
Oleh: Fenny Wartin
Saya Mao membagi cerita tentang perempuan ini. Dia bernama Rwantika, asal tangerang, Banten. Umur sekitar 20-an. Panggilannya Ikah. Ikah bekerja di tempat saya sebagai suster sejak bulan November. Dia bekerja selama 3 bln. Dan selama 1 bulan pertama dia bekerja didampingi oleh mantan suster keponakan saya.Dan selama itu pekerjaannya saya nilai sangat bagus & memuaskan. Mungkin itu disebabkan oleh adanya persaingan diantara dia & mantan suster keponakan saya tersebut. Dia dengan telaten mengurus & memegang semua pekerjaannya. Sampai2 kami berpikir dia sanggup untuk bekerja menangani segalanya sendirian. Sehingga kami memutuskan untuk memulangkan sang pendamping, mantan suster keponakanku itu.
Namun, setelah kepergiannya, Ikah menjadi teledor & malas. Serta pembangkang. Apapun ucapan saya, pasti akan dia bantah. Dan semua pekerjaannya harus diperintah. Bahkan dalam mengurus Joe, dia harus menunggu perintah. Joe baru dia pegang setelah jam 7.30 pagi. Setelah segala urusan untuk dirinya selesai. Dia bangun jam 6 pagi, bahkan kadang2 lewat. Padahal sudah berkali2 saya peringatkan dia untuk bangun lebih pagi karena sekarang Joe sudah makan nasi Tim, & banyak yang harus dilakukannya di pagi Hari.
Satu Hari Joe hanya minum susu sebanyak 2 botol, yang saya buatkan sendiri. Sebanyak 120-150cc/btl,,,itupun tidak habis karena dia malas untuk sering2 memberikannya. Memang Joe kalo minum susu tidak bisa langsung habis. Kadang hanya terminum 30cc, kadang hanya setengahnya. Jadi setiap Hari harus membuang susu terus. Saya sering bilang padanya, jangan membuang2 susu, karena susu harganya Mahal. Dia hanya diam saja.
Itu masih dalam Batas kesabaran saya, yang membuat saya semakin jengkel adalah dia selalu sibuk dengan menyetrika. Jadi dia menghabiskan waktunya hanya untuk menyetrika di belakang. Selidik punya selidik ternyata dia berlaga menyetrika, pdhal dia bermain HP. Saya sampai bertanya pada mama, apakah cucian bajunya Joe begitu banyak shg Ikah tdk selesai2 menyetrika. Karena semua baju di rumah kami dicuci dengan mesin cuci, termasuk baju Joe. Dan yang mengoperasikan mesin cuci itu adalah mama saya.
Satu kejadian aneh lagi, Joe tidak pernah punya waktu untuk bermain ato berexplorasi. Karena dia lebih banyak tidur. Dan kalo bangun pun waktunya habis hanya untuk makan. Saya awalnya curiga kalo Joe diberikan obat tidur. Itu feeling seorang ibu aja. Dan memang terbukti ketika Joe sudah tidak diurus oleh Ikah lagi. Joe sebenarnya sangat senang bermain & berexplorasi.
Selain itu, Joe sering kali muntah. Saat makan ato minum susu. Bayangkan apa yg bisa terserap oleh Joe, kalo dia sering banget muntah. Dalam 1 Hari bisa muntah 4-5x. Bahkan DSA nya pun terbingung2. Diberi obat untuk mengurangi muntahnya pun tidak ampuh. Joe muntah karena diberikan obat tidur. Memang sudah menjadi kebiasaan Joe, kalo diberikan obat, meski obat batuk sekalipun, dia bisa muntah. Joe menjadi anak yang pemarah, pemberontak, pemurung & seringkali menangis kencang saat sedang tidur.
Berat badannya menjadi turun banyak. Dan dalam 2bln dia tidak mengalami kenaikan sama sekali. Kalo sedang digendong Ikah, Joe akan menangis sekencang2nya minta pertolongan pada saya ato omanya. Jadi sebenarnya Joe lebih banyak bersama kami. Dan menurut perkiraan omanya, hal itu disengaja oleh Ikah, karena kami pernah menemukan lebam pada tubuh Joe. Entah bekas cubitan ato apa. Ketika kami tanyakan pada Ikah, dia hanya menjawab tidak tau deh. Mao marah gak sih??? Begitu Joe kami pegang, dia akan ngeloyor pergi entah kemana, berlaga sibuk dengan hal2 yang tidak penting. Saya sering mengajarkan dia, untuk mengajak main Joe, kalo dia tidur baru Ikah ngerjain yang lain, seperti beres2 lemari Joe, ato menyetrika. Namun, tidak diacuhkan sedikitpun omongan saya itu.
Tuhan memang sangat penyayang. Dia Maha Tahu & akan menunjukkan kebenaran pada umatNya. Pd bulan Februari, akhirnya Ikah minta cuti Mao pulang kampung, untuk urusan keluarga, katanya Mao tunangan. Sebenarnya dia belom boleh pulang kampung oleh Yayasan ABC (daerah Puri Indah), karena dia baru 3bln bekerja. Tapi saya kasihkan juga izin itu. Setelah dia pulang kampung, saya sempet sedikit curhat pada ibu pengurus Yayasan ABC. Dan dia berjanji Mao mendidik kembali Ikah. Namun, saya terlanjur trauma. Sebenarnya itu suatu kebetulan & kesempatan yang diberikan Tuhan pada saya untuk memberhentikan Ikah. Karena sebelumnya saya Mao mengeluarkan dia, tapi suami sangat menentang. Entah kenapa, suami sangat mempertahankannya. Meski semua orang sudah sangat menentangnya. Keluarga besar sempat mencurigai kalo Ikah Ada kemungkinan memakai mantra2 agar majikannya tetap menyukainya apapun yang dia perbuat. Tapi kami tidak Mao berburuk sangka mengenai itu, Karena tdk Ada bukti yang otentik. Hanya saja saya menemukan selembar kertas bertuliskan bahasa Sunda & 'something' spt buntelan kecil. To tdk tau kegunaannya.
Bahkan setelah 3 minggu saya mengurus Joe sendiri bersama omanya, suami masih mempertanyakan apakah Ikah Mao diambil kembali untuk dipakai lagi. Dan pihak yayasan juga sudah menanyakan terus. Saya sudah minta refreshment untuknya, tapi bukan berarti saya Mao memakainya lagi. Untuk apa saya mengulang kesalahan yang sama untuk ke-2 kalinya.
Satu Hari setelah Ikah keluar dari tempat kami untuk pulang kampung, Joe menjadi anak yang periang lagi. Dan dia mengalami banyak kemajuan. Salah satunya dia bisa berdiri sendiri dengan berpegangan pinggiran tempat tidur, memegang botol susunya sendiri sambil memutar ke kanan & kiri menirukan saya, duduk sendiri tanpa bantuan siapapun. Dan mengucapkan kata Maaaaa.....
Betapa senangnya saya mengalami begitu banyak kemajuan dalam diri Joe. Dokternya pun kaget ketika kemarin imunisasi saya ceritakan kemajuan yang banyak pada diri Joe. Joe pun jadi doyan minum susu. Dan muntahnya berkurang. Amin yah Tuhan...Puji Syukur pada Mu, Tuhan.
Sekarang Joe punya banyak waktu untuk bermain & mempelajari lingkungannya. Semoga Joe bisa segera mengejar ketinggalannya. Dan sekarang Joe sudah mulai mengalami kemajuan, berat badannya sudah bertambah meski hanya sedikit, Dan badannya sudah mulai mengencang kembali. Senyumnya pun mulai merekah kembali di bibirnya yang imut2. Janganlah Ada lagi moms yang lain,,,yang akan terjebak oleh performance seorang suster. Don't judge a book from it's cover....betul banget deh tuh!!! Jadi hati2 sekali memilih babysitter untuk anak kesayangan Kita. Dan belom tentu metode pendekatan dengan menganggap sang babysitter sebagai keluarga sendiri bisa merubah tabiatnya. Karena itu selalu kami terapkan pada siapapun yang kerja di tempat kami. Entah itu pembantu, supir atopun babysitter. Jadi, semua berpulang kembali pada masing2 individu nya.

1 comment:
ibu...
boleh minta informasi lebih jelas mengenai kontak ibu.saya ingin sharing, karena sepertinya kita mengalami kasus yang sama.
terima kasih
Roby
08129773891
Post a Comment